Kapten Kadek Udi Sudiarsa menjadi korban jatuhnya Helikopter MI-17 milik TNI-AD

Kabar kematian Kapten Kadek Udi Sudiarsa membawa duka mendalam bagi krama Bali. Penerbang helikopter terbaik Akabri tahun 2008 ini menjadi korban jatuhnya Helikopter MI-17 milik TNI-AD.

Tak banyak yang mengetahui keseharian pria asal Banjar Mawar Desa Tukadsumaga, Gerokgak, Buleleng, Bali ini. Nengah Wirta, kerabat Kapten Kadek pun mengungkapkan keseharian Kapten Kadek.

Dia mengatakan, Kapten Kadek merupakan sosok yang tak pernah melupakan ibadah.

Kapten Kadek selalu meluangkan waktu mengikuti kegiatan ibadah di Parisade Hindu Dharma Semarang. “Beliau baru tugas dari Papua, kalau dikegiatan kita sangat aktif di Pura. Namun belakangan ini beliau jarang karena berada di Papua,” ungkap Nengah Wirta dikutip dari Okezone, Minggu (7/6/2020)

Kapten Kadek dikabarkan meninggalkan istri dan seorang anak. Bertambah miris, istri yang ditinggalkan Kapten Kadek tengah mengandung anak keduanya.

Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, jasad Kapten Kadek pun disemayamkan di Perumahan Pratama Green Residence, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (7/6/2020). Sesuai rencana, jenazah Kapten Kadek akan tiba di Bali sekitar pukul 14.10 WITA.

Selanjutnya, jenazah akan dibawa ke rumah duka di Banjar Mawar Desa Tukadsumaga, Gerokgak, Buleleng, Bali. Proses kremasi atau prosesi Ngaben Kapten Kadek rencananya akan digelar pada 10 Juni 2020 mendatang.

Seperti diketahui, helikopter MI-17 milik TNI AD jatuh di Kaliwungu, Kecamatan Kendal, Jawa Tengah. Helikopter itu sedang melaksanakan misi latihan terbang endurance kedua dengan materi terbang Tactical Manuver.

Setelah jatuh, Helikopter MI-17 ini terbakar dan menyebabkan 4 orang crew meninggal dunia, sementara 5 lainnya luka-luka.

Penyebab jatuhnya Helikopter MI-17 TNI AD masih dalam proses investigasi.

Posting Komentar

0 Komentar